Rabu, 02 Februari 2011

7 jenis cinta~


1. CINTA PERTAMA
Kadang-kadang boleh berubah seiring dgn waktu. SO, pandai2la bagaimana merawatnye supaya cinta pertama tetap segar..first love never dies..yang pertama belum tentu yg terbaik..tetapi yang terakhir biasanya yg terbaik..

2. CINTA PEMBIMBING
Hmm..yg ni biasanye dialami oleh sebahagian besar wanita. Kebanyakan drp kita ingin mendapatkan pasangan yg blh memberi pengetahuan tentang segalanya. Pasangan yg juga blh menjadi ‘guru’, seorang yg blh kita jadikan idola dan yg dpt menolong mengembangkan bakat @ diri kita.

3. CINTA MENGGODA
Seseorg yg terlalu mencintai kekasihnya, walaupun telah ditinggalkan pergi tetap yakin bahawa si dia tetap akan kembali kepadanya.

4. CINTA BERBEZA STATUS
Hal ini tak jadi masalah andainya kedua2 belah pihak aman bahagia. Tapi perbezaan status social yg terlalu jauh kadangkala blh membuat salah satu pihak merana…bila ikatan emosi di antara keduanya kurang kuat…

5. CINTA 3 SEGI
Tak kurang juga ada wanita yg tertarik kpd lelaki yg dah ‘terikat’ atau sebaliknya ada wanita yg gemar main cinta walaupun dah terikat. Dalam hal ini, ‘terikat’ itu telah menimbulkan cabaran dan dugaan yg cukup sukar ditepis.

6. CINTA SI PENYELAMAT
Ini kisah cinta apb kita selalu menolong si dia setiap waktu, setiap masa. Si dia menganggap bantuan kita ikhlas, sedangkan kita pula menunggu balasannya.. so, berikanlah cinta yg tulus kpdnya..Think positive!

7. CINTA DAN USAHA
Cinta itu perlukan usaha jugak..mana boleh kita duduk dalam rumah menunggu saja org masuk meminang..usaha kene ada juga. Oleh itu..berusahalah kita utk mendapatkan cinta yg kita inginkan

Apa yg pasti…cinta yg Agung itulah yg kekal abadi…kasih manusia sering bermusim…sayang manusia tiada abadi…Kasih Tuhan tiada bertepi..sayang Tuhan janjiNya pasti.


Selasa, 01 Februari 2011

misteri & hebatnya makna cinta


Usah terkejut kalau ada orang melahirkan rasa hatinya pada anda, sedangkan anda merasakan tiada apa-apa istimewanya anda. Begitulah hebat dan misterinya kehidupan. Ukuran manusia tentang kecantikan dan ketampanan memang tidak pernah sama. Ada orang mabuk dengan seseorang sedangkan menurut pandangan orang lain, wajah semacam itu tidak patut dimabuk-mabukkan.

Misterinya suara hati memang sukar dibaca. Tidak ada sebarang alat untuk mengukur makna cantik atau tampan pada seseorang. Ukuran cantik atau tampan ini sentiasa berlainan antara seseorang dengan seorang yang lain. Maka itu, usah hairan jika seseorang wanita dinobatkan sebagai ratu dunia, padahal ramai lagi wanita di pejabat kita yang kita rasakan mengatasi kecantikan ratu itu.

Begitu juga, mungkin ada wanita di kampung kita, kita rasakan lebih cantik daripada para model yang popular. Sebab apa? Sebab persepsi kecantikan tidak pernah sama antara manusia. Ada orang anggap hidung yang sedikit mancung sebagai cantik, ada orang tidak. Ada orang rambut yang mengurai sebagai cantik, ada orang menganggap rambut yang ditutup sebagai kecantikan yang mengatasi. Ada orang menganggap putih melepak itu sebagai cantik ada orang suka yang hitam.

Ada orang mentafsirkan kecantikan itu mata yang bundar tetapi ada orang merasakan yang sepet seperti Jepun atau Cina itu yang lebih menawan. Ada orang menganggap bibir yang nipis itu cantik tetapi ada juga orang yang mengatakan bibir tebal lebih mengancam.

Di sebuah kawasan terpencil di utara Thailand, terdapat sekelompok manusia yang mentafsirkan cantik itu leher yang jinjang. Maka, para wanita memakai besi lilit di leher untuk memanjangkan leher masing-masing. Alangkah seksanya untuk menjadi cantik menurut penilaian masyarakat ini.

Begitu juga di sebuah penempatan di Afrika, cantik ditafsirkan mulut yang lebar. Semakin lebar mulut semakin cantiklah mengikut ukuran kelompok ini. Maka para lelaki dan para wanitanya memakai piring besi berbentuk bulat di mulut. Piring ini ditukar kepada yang lebih besar dari semasa ke semasa.

Begitulah misteri dan luasnya makna cantik dan tampan. Jadi, usah terlalu susah hati jika anda merasakan anda tidak begitu menarik. Anda tetap cantik di mata orang yang mentafsirkan kecantikan itu bukan sekadar wajah tetapi mungkin keseluruhan anda. Ini termasuklah gaya jalan anda, cara nada bertutur, pendirian serta sikap anda terhadap sesuatu perkara.

Jika anda belum mendapat teman bukan cantik masalahnya, cuma anda belum bertemu dengan orang yang mentafsirkan cantik itu menurut apa-apa kelebihan yang ada pada diri anda.


Sebenarnya tiada manusia yang buruk, lantaran setiap daripada kita ini dicipta oleh Tuhan yang Maha Bijaksana. Masakan ciptaan Tuhan itu tidak cantik, malah dalam islam kecantikan bukan terletak pada wajah atau keturunan tetapi apa yang ada di dalam hati. Baik sang hati baiklah seluruh badan, jahat sang hati jahatlah seluruh badan. Agama menilai kecantikan itu iman yang teguh, kukuh dan padu.

Siapa kita untuk mempertikaikan ciptaan-ciptaan TUHAN. Sudah tentu kita tidak layak. Tetapi ramai orang mempertikai TUHAN setiap kali menghadap cermin. Berkacalah tatkala bercermin sebab dengan berkaca cermin akan memberitahu anda apakah anda yang berdiri di situ atau perasaan dan keegoan anda yang menampani.

Siapa anda, anda sendiri yang menentukan. Pandangan manusia semuanya tidak sama. Sejuta yang mengatakan anda tidak indah, sepuluh juta mungkin mengatakan yang sebaliknya. Hanya anda belum bertemu muka dengan yang sepuluh juta itu.

Itu saja yang membezakan.



mengenalmu lewat JIWA,,bukan lewat MATA

Senin, 31 Januari 2011

suka atau cinta?




baca n hayati la yang mana satu
anda dgn pasangan anda ……
Di hadapan orang yang kita
cinta, hati kita akan
berdegup kencang …
Tapi di depan orang yang kita
suka, hati kita akan
gembira …
Di depan orang yang kita cinta,
musim sentiasa
berbunga-bunga …
Di depan orang yang kita suka,
musim itu cuma
berangin sahaja …
Jikalau kita lihat di dalam mata
orang yang kita
cinta, kita akan kaku …
Tapi jikalau kita melihat ke dalam
mata orang
yang kita suka, kita akan
tersenyum …
Di depan orang yang kita cinta,
lidah kelu untuk
berkata-kata …
Di depan orang yang kita suka,
lidah bebas
berkata apa sahaja …
Di depan orang yang kita cinta,
kita menjadi
malu …
Di depan orang yang kita suka,
kita akan
tunjukkan imej yang sebenar …
Kita tidak boleh merenung mata
orang yang kita
cinta …
Tapi kita selalu merenung mata
orang yang kita
suka …
Bila orang yang kita cinta
menangis, kita akan
turut menangis …
Bila orang yang kita suka
menangis, kita akan
turut membuat dia gembira…
Perasaan cinta bermula dari
mata,
Perasaan suka bermula dari
telinga …
Jadi, jikalau kita berhenti
menyukai seseorang
yang kita suka … umpama kita
membuang telinga
kita
Tapi jika kita cuba menutup mata
Cinta berbuah menjadi airmata
Setiap orang yang akan
mengalami ini dalam
hidup mereka,
Cuma fikirkanlah bersama-sama
siapa yang anda
cinta.
Tetapi, hakikatnya
Cinta kepada Allah swt
Adalah lebih hakiki dan abadi


Syg yg mgunung,lambak kn lah pd agamamu...
Rindu yg memuncak,timbunkn lah pd keimanan...
Kasih yg melimpah,siramknlah pd ketaqwaan...
Cinta yg membara,semarakkanlah hanya pada-NYA
....
.

_mati itu pasti,hidup InsyaAllah_

macam-macam cinta....

Cinta Buta
Benarkah Cinta Itu Buta?
*.·´¯`.·´¯`·.♥♥.·´¯`·.´¯`·.*

Saat kamu merasakan cinta sejati, kamu menyayangi seseorang apa adanya, memahami kekurangannya dan menutupi kelemahannya sambil melihat sisi terbaiknya.

Saat kamu cinta buta dengan seseorang, kamu menganggap dia begitu sempurna, hingga menutupi seluruh kekurangan yg ada pada dirinya.

Hmmmmm...

Kalo dipikir pikir lagi, sebenarnya perbedaan antara cinta buta dan cinta sejati itu tipiiiiiis banget ya?

Saat kamu mencintai seseorang begitu dalamnya, kemungkinan besar kamu akan mencoba memahami kekurangannya.
Di saat itu.. apakah kamu mencintainya secara buta atau memang hanya mencintai dia apa adanya?

Saat dia melakukan kesalahan dan kamu memaafkannya, karena namanya manusia memang tak pernah lepas dari kesalahan, apakah itu berarti mencintainya secara buta atau mencintai apa adanya?

Saat hadir seseorang yg lebih baik darinya, namun tak juga kamu berpaling dari sang kekasih apakah itu berarti mencintai apa adanya atau mencintai secara buta?

Atau saat kamu menganggapnya begitu sempurna sehingga tak ada yg mampu menggantikan kehadirannya,
apakah itu berarti mencintai apa adanya atau mencintai secara buta?

Sampai sejauh mana kita bisa mencintai tanpa membutakan mata?
Apakah mencintai secara buta berarti juga mencintai apa adanya?

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
Ketika kita menangis?
Ketika kita membayangkan?????
Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT...
Ketika kita menemukan seseorang yg keunikannya SEJALAN dengan kita.. kita bergabung dengannya dan jatuh dalam suatu keanehan serupa yg dinamakan CINTA...
Ada hal - hal yg tidak ingin kita lepaskan.....
Orang - orang yg tidak ingin kita tinggalkan.....
Tapi ingatlah.....
melepaskan BUKAN akhir dari dunia..
melainkan awal suatu kehidupan baru..
Kebahagiaan ada untuk mereka yg menangis,
mereka yg tersakiti, mereka yg telah mencari.. dan mereka yang telah mencoba..
Karena MEREKALAH yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.....

CINTA yang AGUNG?
Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata......
'Aku turut berbahagia untukmu'.

Apabila cinta tidak berhasil, BEBASKAN dirimu... Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi..
Ingatlah.. bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..
tapi..
Ketika cinta itu mati.. kamu TIDAK perlu mati bersamanya...
Orang terkuat BUKAN mereka yg selalu menang....
MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh....

Entah bagaimana.. dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri.. dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada. HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan2 kehidupan yg telah kau buat.

TEMAN SEJATI...
Mengerti ketika kamu berkata 'Aku lupa..'
Menunggu selamanya ketika kamu berkata 'Tunggu sebentar'
Tetap tinggal ketika kamu berkata 'Tinggalkan aku sendiri'
Membuka pintu ketika kamu BELUM mengetuk dan berkata 'Bolehkah saya masuk?'

MENCINTAI...
BUKANLAH bagaimana kamu melupakan.. melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN..
BUKANLAH bagaimana kamu mendengarkan.. melainkan bagaimana kamu MENGERTI..
BUKANLAH apa yg kamu lihat.. melainkan apa yg kamu RASAKAN..
BUKANLAH bagaimana kamu melepaskan.. melainkan bagaimana kamu BERTAHAN..
Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati.. dibandingkan menangis tersedu2.. Air mata yg keluar dapat dihapus..... sementara air mata yg tersembunyi menggoreskan luka yg tidak akan pernah hilang..

Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang..
TAPI ketika CINTA itu TULUS, meskipun kalah......., kamu TETAP MENANG...
karena kamu berbahagia.. dapat mencintai seseorang.. LEBIH dari mencintai dirimu sendiri..
Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang BUKAN karena seseorang itu berhenti mencintai kita MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu lebih berbahagia bila kita melepaskannya.

TETAPI... Apabila kamu benar2 mencintai seseorang, jangan lepaskan dia.. jangan percaya bahwa melepaskan SELALU berarti kamu benar2 mencintai....
MELAINKAN...
BERJUANGLAH demi cintamu..... itulah CINTA SEJATI.
Lebih baik menunggu orang yg kamu inginkan DARIPADA berjalan bersama orang 'yang tersedia'
...
 
 

Minggu, 30 Januari 2011

puisi cinta


“Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku… sebengis kematian… Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara…, di dalam pikiran malam. Hari ini… aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan… sekecup ciuman” (Kahlil Gibran)


“Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini… pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang” (Kahlil Gibran)

Sabtu, 29 Januari 2011

jika engkau pria baik jgn hanya mengajak ku berpacaran segeralah nikahi aku!!!!

Kalau Engkau Jantan, Nikahilah Aku !! (jangan cuma mengajak berpacaran !!!!!!)
Jika seorang pria tulus mencintai wanita tentu sang pria berharap sang wanita selalu selamat dan tidak mungkin sang pria secara sengaja mencelakakan wanita.
Kecuali jika sebenarnya hanyalah nafsu yang berkedok cinta maka bisa saja si pria tidak peduli dengan keselamatan wanita asalkan hasratnya terpenuhi, dia tak peduli apakah si wanita akan celaka atau tidak, yg penting dirinya senang.
Inilah hakekat pacaran, para pria yg memacari wanita sebenarnya cintanya tidak tulus, yang ada sebenarnya hanyalah nafsu dan hasrat pribadi, bukan cinta. BUKTINYA dia tidak peduli jika wanita yang dipacarinya celaka dan masuk neraka, asalkan dirinya bisa bersenang-senang dengan wanita tersebut, jadi sudah jelas cintanya itu palsu, sebenarnya hanya nafsu saja.
Barangsiapa mencium pacarnya, berarti cintanya palsu, sebab yang dicari hanyalah kesenangan pribadinya, karena dia tidak peduli jika yang dicium itu celaka, sebab ciuman adalah zina ringan yang termasuk dosa. Dan dosa bisa mengantar kekasihnya itu ke neraka.
Jika cinta kita tulus tentu kita tidak tega berbuat sengaja untuk mencelakakan kekasih, tidak mungkin tega mendorong kekasih ke tengah jalan raya agar ditabrak kendaraan-kendaraan yang lewat. Tidak mungkin tega membakar dengan api orang yang kita cintai. Lantas kenapa kita tega memasukkan orang-orang yang kita cintai ke dalam api neraka?? Renungkanlah wahai yang masih punya hati… !!! Dan berbuat maksiat dengan pacar sama saja mencelakakan pacar itu dengan dosa yang bisa berujung siksaan di neraka di akherat.
Karena itu jika cinta kita tulus tentu kita tidak akan lama-lama berpacaran tetapi secepat mungkin menikahinya sehingga semua yang kita lakukan kepadanya menjadi halal, sehingga tidak mencelakakan kekasih kita dengan api neraka. Dan saat berpacaran pun kita tidak boleh berbuat macam-macam kepada sang pacar, apalagi sampai berzina, agar tidak mencelakakan pacar kita dalam api neraka.
Orang-orang yang berpacaran hanyalah orang-orang pengecut yang berani berbuat tapi tidak berani bertanggung jawab, dan cinta mereka palsu karena tega menjerumuskan pacarnya kedalam api neraka, kenapa mereka tidak kasihan dengan pacarnya?? Atau beginikah jika nafsu telah mengalahkan logika?
Besar kecilnya dosa berpacaran sebanding dengan banyak sedikitnya aktivitas maksiat dan zina yang dilakukan selama berpacaran.
Pesan buat yang masih pacaran: jangan mencium, jangan menyentuh pacar, jangan berduaan ditempat sepi, jangan berzina, jangan berbuat maksiat dengan pacar, dan segeralah menikah
karena itu… Kalau Engkau Memang Jantan, Segera Nikahilah Aku !! (jangan cuma mengajak berpacaran !!!!!!)

aku inggin mencintai secara sederhana


Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.
Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”
Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumen rapat. Ia pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami. Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya? Aku menarik napas panjang.
Heran, apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal. Aa’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis. Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah.
Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata I love you setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas. Karena kejelasan juga bagian dari cinta.
Aku tahu, kalau aku mencintai Aa’, aku harus menerimanya apa adanya. Tetapi, masak sih orang tidak mau berubah dan belajar? Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik. Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan. Aa’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian yang diberikannya kepadaku dalam tiga tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai. Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar. Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari. Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya mendengkur dengan manis di tempat tidur.
Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik. Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain. Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini.
Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku. Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan. Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Aa’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya, bahkan pada akhir pekan seperti ini. Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan waktu pada akhir pekan seperti ini.
”Hen, kamu yakin mau menerima lamaran A’ Ridwan?” Diah sahabatku menatapku heran. ”Kakakku itu enggak romantis, lho. Tidak seperti suami romantis yang sering kau bayangkan. Dia itu tipe laki-laki serius yang hobinya bekerja keras. Baik sih, soleh, setia… Tapi enggak humoris. Pokoknya, hidup sama dia itu datar. Rutin dan membosankan. Isinya cuma kerja, kerja dan kerja…” Diah menyambung panjang lebar. Aku cuma senyum-senyum saja saat itu. Aa’ memang menanyakan kesediaanku untuk menerima lamaranku lewat Diah.
”Kamu kok gitu, sih? Enggak senang ya kalau aku jadi kakak iparmu?” tanyaku sambil cemberut. Diah tertawa melihatku. ”Yah, yang seperti ini mah tidak akan dilayani. Paling ditinggal pergi sama A’ Ridwan.” Diah tertawa geli. ”Kamu belum tahu kakakku, sih!” Tetapi, apapun kata Diah, aku telah bertekad untuk menerima lamaran Aa’. Aku yakin kami bisa saling menyesuaikan diri. Toh ia laki-laki yang baik. Itu sudah lebih dari cukup buatku.
Minggu-minggu pertama setelah perkawinan kami tidak banyak masalah berarti. Seperti layaknya pengantin baru, Aa’ berusaha romantis. Dan aku senang. Tetapi, semua berakhir saat masa cutinya berakhir. Ia segera berkutat dengan segala kesibukannya, tujuh hari dalam seminggu. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untukku. Ceritaku yang antusias sering hanya ditanggapinya dengan ehm, oh, begitu ya… Itupun sambil terkantuk-kantuk memeluk guling. Dan, aku yang telah berjam-jam menunggunya untuk bercerita lantas kehilangan selera untuk melanjutkan cerita.
Begitulah… aku berusaha mengerti dan menerimanya. Tetapi pagi ini, kekesalanku kepadanya benar-benar mencapai puncaknya. Aku izin ke rumah ibu. Kukirim sms singkat kepadanya. Kutunggu. Satu jam kemudian baru kuterima jawabannya. Maaf, aku sedang rapat. Hati-hati. Salam untuk Ibu. Tuh, kan. Lihat. Bahkan ia membutuhkan waktu satu jam untuk membalas smsku. Rapat, presentasi, laporan keuangan, itulah saingan yang merebut perhatian suamiku.
Aku langsung masuk ke bekas kamarku yang sekarang ditempati Riri adikku. Kuhempaskan tubuhku dengan kesal. Aku baru saja akan memejamkan mataku saat samar-samar kudengar Ibu mengetuk pintu. Aku bangkit dengan malas.
”Kenapa Hen? Ada masalah dengan Ridwan?” Ibu membuka percakapan tanpa basa-basi. Aku mengangguk. Ibu memang tidak pernah bisa dibohongi. Ia selalu berhasil menebak dengan jitu.
Walau awalnya tersendat, akhirnya aku bercerita juga kepada Ibu. Mataku berkaca-kaca. Aku menumpahkan kekesalanku kepada Ibu. Ibu tersenyum mendengar ceritaku. Ia mengusap rambutku. ”Hen, mungkin semua ini salah Ibu dan Bapak yang terlalu memanjakan kamu. Sehingga kamu menjadi terganggu dengan sikap suamimu. Cobalah, Hen pikirkan baik-baik. Apa kekurangan Ridwan? Ia suami yang baik. Setia, jujur dan pekerja keras. Ridwan itu tidak pernah kasar sama kamu, rajin ibadah. Ia juga baik dan hormat kepada Ibu dan Bapak. Tidak semua suami seperti dia, Hen. Banyak orang yang dizholimi suaminya. Na’udzubillah!” Kata Ibu.
Aku terdiam. Yah, betul sih apa yang dikatakan Ibu. ”Tapi Bu, dia itu keterlaluan sekali. Masak Ulang tahun perkawinan sendiri tiga kali lupa. Lagi pula, dia itu sama sekali tidak punya waktu buat aku. Aku kan istrinya, bu. Bukan cuma bagian dari perabot rumah tangga yang hanya perlu ditengok sekali-sekali.” Aku masih kesal. Walaupun dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan Ibu.
Ya, selain sifat kurang romantisnya, sebenarnya apa kekurangan Aa’? Hampir tidak ada. Sebenarnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Ia selalu mendorongku untuk menambah ilmu dan memperluas wawasanku. Ia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin beribadah dan selalu berbaik sangka kepada orang lain. Soal kesetiaan? Tidak diragukan. Diah satu kantor dengannya. Dan ia selalu bercerita denganku bagaimana Aa’ bersikap terhadap rekan-rekan wanitanya di kantor. Aa’ tidak pernah meladeni ajakan Anita yang tidak juga bosan menggoda dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu rapi dan cool seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis.
”Hen, kalau kamu merasa uring-uringan seperti itu, sebenarnya bukan Ridwan yang bermasalah. Persoalannya hanya satu, kamu kehilangan rasa syukur…” Ibu berkata tenang.
Aku memandang Ibu. Perkataan Ibu benar-benar menohokku. Ya, Ibu benar. Aku kehilangan rasa syukur. Bukankah baru dua minggu yang lalu aku membujuk Ranti, salah seorang sahabatku yang stres karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain dan sangat kasar kepadanya? Bukankah aku yang mengajaknya ke dokter untuk mengobati memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya karena dipukuli suaminya?
Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari agar ia dapat mengatur jadualnya? Bukankah aku bisa mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?
Aku segera pamit kepada Ibu. Aku bergegas pulang untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam yang romantis di rumah. Aku tidak memberitahunya. Aku ingin membuat kejutan untuknya.
Makan malam sudah siap. Aku menyiapkan masakan kegemaran Aa’ lengkap dengan rangkaian mawar merah di meja makan. Jam tujuh malam, Aa’ belum pulang. Aku menunggu dengan sabar. Jam sembilan malam, aku hanya menerima smsnya. Maaf aku terlambat pulang. Tugasku belum selesai. Makanan di meja sudah dingin. Mataku sudah berat, tetapi aku tetap menunggunya di ruang tamu.
Aku terbangun dengan kaget. Ya Allah, aku tertidur. Kulirik jam dinding, jam 11 malam. Aku bangkit. Seikat mawar merah tergeletak di meja. Di sebelahnya, tergeletak kartu ucapan dan kotak perhiasan mungil. Aa’ tertidur pulas di karpet. Ia belum membuka dasi dan kaos kakinya.
Kuambil kartu ucapan itu dan kubuka. Sebait puisi membuatku tersenyum.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Lewat kata yang tak sempat disampaikan
Awan kepada air yang menjadikannya tiada
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu. *
For vieny, welcome to your husband’s heart.
*dikutip dari Aku ingin mencintaimu dengan sederhana karya Sapardi Djoko Damono.

Sumber : Majalah Ummi, edisi 12/XIII/2002